Jasa-jasa pembuatan website mulai dari website yang sederhana sampai yang kompleks bertebaran di mana-mana. Harga yang ditawarkan juga cukup variatif, dari yang bernilai ratusan ribu rupiah hingga jutaan bahkan puluhan juta rupiah. Nilai ini akan bertambah seiring dengan permintaan aplikasi yang dibutuhkan.
Bagi sebagian perusahaan terutama perusahaan-perusahaan besar, tentu saja harga ini tidaklah seberapa dengan omzet yang bakal mereka tangguk melalui website. Namun apakah dunia usaha memerlukan sebuah website yang nilainya jutaan rupiah, kompleks dan canggih? Adakah solusi yang lebih murah, tapi berdaya guna tinggi? Bagaimana caranya mengelola website tersebut dengan mudah?
Beberapa waktu lalu di saat semua masih dikerjakan secara manual, kegiatan membuat website menjadi satu pekerjaan yang mesti ditangani oleh orang atau tim yang memiliki kemampuan khusus. Di mana merekalah yang nantinya bertanggung jawab mengelola isi dan tampilan dari website yang dibuat. Sementara pihak manajemen atau departemen-departemen lainnya yang tidak ada kaitannya dengan website tidak dapat mengakses atau memiliki keterbatasan. Jika ada sesuatu yang perlu diperbaharui atau diubah, departemen-departemen tadi harus berhubungan terlebih dahulu dengan pihak TI (Teknologi Informasi) untuk melakukannya.
Situasi ini menyebabkan terjadinya keterlambatan penyampaian informasi kepada pihak luar karena ada jenjang hirarki dan birokrasi yang mesti dilalui. Apak yang akan terjadi bila informasi tersebut harus segera dipublikasikan akan tetapi pihak TI-nya berhalanagan? Untuk itu dibutuhkan satu sistem yang memberikan keleluasaan baik bagi pihak TI sebagai penyedia teknis dan pihak-pihak lainnya yang bertanggung jawab akan isi. Di sinilah contet management system berperan.
Content Management System yang seterusnya disingkat menjadi CMS adalah sebuah sistem yang mempermudah penciptaan sebuah website dinamis yang mana dalam pengelolaan isi dan tampilan serta teknis dipisahkan antara editor, web master, web designer dan web developer.
Sebuah CMS akan membedakan isi dari desain, memelihara konsistensi tampilan dan memudahkan pemanfaatan isi untuk berbagai keperluan. Karena semua data di satu tempat, adanya kontrol hak akses dan alur kerja memperbesar kesempatan pemakai berpartisipasi dalam pengembangan website. Terlebih lagi bila website tersebut terus berkembang dan memiliki kompleksitas tinggi.


Berikan komentar